Enkripsi klien ke server
Semua chat cloud dienkripsi antara aplikasi Telegram dan pusat data Telegram menggunakan protokol MTProto. Ini melindungi pesan Anda dari penyadap di jaringan Wi-Fi publik, ISP, atau perantara lain.
Keamanan & Privasi
Telegram menempatkan keamanan sebagai prinsip dasar. Halaman ini merangkum lapisan enkripsi, fitur perlindungan akun, dan tips praktis agar pengalaman Anda memakai Telegram di Indonesia tetap aman.
Keamanan Telegram bekerja berlapis: enkripsi jaringan, enkripsi ujung-ke-ujung untuk chat rahasia, verifikasi dua langkah, kunci lokal perangkat, kontrol privasi, dan pengawasan sesi aktif.
Semua chat cloud dienkripsi antara aplikasi Telegram dan pusat data Telegram menggunakan protokol MTProto. Ini melindungi pesan Anda dari penyadap di jaringan Wi-Fi publik, ISP, atau perantara lain.
Aktifkan Secret Chat untuk mengaktifkan enkripsi end-to-end. Kunci hanya dimiliki dua perangkat percakapan, sehingga bahkan server Telegram tidak dapat membaca isi pesan.
Tetapkan kata sandi cloud tambahan lewat Pengaturan → Privasi dan Keamanan → Verifikasi Dua Langkah. Setiap masuk di perangkat baru akan meminta kata sandi ini selain kode SMS.
Kunci aplikasi dengan PIN empat digit, Face ID, atau sidik jari. Berguna jika Anda meminjamkan HP atau menggunakan komputer bersama, karena orang lain tidak bisa membuka chat Anda.
Atur siapa yang boleh melihat nomor telepon, foto profil, status terakhir dilihat, panggilan, dan siapa yang bisa menambahkan Anda ke grup. Semua bisa diatur per kategori atau daftar khusus.
Tinjau seluruh perangkat yang saat ini masuk ke akun Anda. Anda dapat mengakhiri sesi jarak jauh dengan sekali sentuh, atau mengatur pemutusan otomatis setelah periode tidak aktif tertentu.
Secret Chat adalah mode paling privat di Telegram. Berbeda dari chat cloud, pesan hanya tersimpan di dua perangkat yang berkomunikasi. Kunci enkripsi bahkan tidak dimiliki server Telegram sehingga tidak ada pihak ketiga yang dapat membaca isi percakapan.
Di Pengaturan → Privasi dan Keamanan, Anda dapat menyesuaikan siapa yang melihat apa. Berikut opsi utama yang wajib Anda periksa saat pertama kali memakai Telegram.
Sembunyikan dari orang asing agar tidak muncul di pencarian pengguna baru. Anda tetap dapat ditemukan lewat username.
Batasi ke Kontak Saya atau Tidak Ada. Anda bisa membuat pengecualian untuk kontak tertentu.
Kontrol siapa yang boleh melihat foto profil utama Anda. Ideal bila Anda memakai foto pribadi atau anak.
Batasi panggilan dari kontak saja untuk mencegah panggilan spam dan gangguan tidak dikenal.
Cegah orang menambahkan Anda ke grup atau saluran sembarangan tanpa izin lebih dulu.
Tentukan apakah nama Anda ditampilkan saat pesan Anda diteruskan orang lain, atau anonim.
Delapan langkah cepat untuk memastikan akun Telegram Anda tahan dari serangan phising, akses tidak sah, dan pengintaian sederhana.
Aktifkan verifikasi dua langkah dengan kata sandi cloud dan email pemulihan.
Aktifkan kode kunci lokal (PIN atau biometrik) di aplikasi Telegram Anda.
Batasi visibilitas nomor telepon menjadi 'Kontak Saya' atau 'Tidak Ada'.
Atur ulang pesan tersimpan lama dari Chat Rahasia dengan timer penghancuran diri.
Tinjau daftar sesi aktif setiap bulan; keluarkan perangkat yang tidak Anda kenali.
Perbarui aplikasi Telegram ke versi terbaru untuk mendapatkan patch keamanan.
Hindari berbagi kode verifikasi login dengan siapa pun, termasuk 'admin' palsu.
Waspadai bot phising yang meniru dukungan resmi Telegram — dukungan resmi tidak pernah meminta password.
Kombinasi kata sandi 2FA, kunci lokal, dan pengaturan privasi yang ketat akan membuat akun Telegram Anda jauh lebih aman dibanding pengaturan bawaan.